
Pada kesempatan ini, kami tak hendak mengajak sahabat
sekalian untuk memiliki angan-angan dunia yang muluk-muluk, tapi kami hendak
mengajak agar kita merenungi angan-angan sebagian orang yang sudah tidak
memiliki kesempatan lagi untuk merealisasikannya. Angan-angan mereka sudah
terputuskan dari sebab. Mereka adalah orang yang sudah meninggal dunia.
Mungkin ada yang bertanya, apa yang menjadi angan-angan
mereka? Setelah melihat kenikmatan atau siksaan Allah Subhanahu wa Ta’ala terpampang di mata mereka? Masihkah
mereka menginginkan kenikmatan dunia yang telah banyak menyita perhatian
manusia?
Orang-orang yang sudah meninggal dunia itu bermacam-macam,
ada yang baik dan ada pula yang buruk; ada yang shalih dan ada pula yang
sebaliknya; ada yang ditangisi kematiannya oleh manusia dan ada pula yang
diharapkan kematiannya. Masing-masing orang ini memiliki angan-angan yang
berbeda. Angan-angan mereka ini telah dijelaskan oleh Rasulullahshallallahu
‘alaihi wa sallam juga oleh
Allah Subhanahu wa Ta’ala,
semisalnya :
Pertama; orang-orang shalih ingin segera di
bawa ke kuburannya setelah meninggalnya;
Disebutkan dalam shahih al-Bukhari dari hadits Abi Sa’id
al-Khudri radhiyallahu ‘anhu:
Yang artinya : Apabila jenazah sesorang diletakkan lalu
orang-orang mengangkatnya di atas pundak-pundak mereka, maka jika orang itu
baik, dia berkata; segerakanlah aku, segerakanlah aku, sedangkan jika tidak
baik, ia berkata; celaka, hendak kemana mereka pergi? Ungkapan ini di dengar
suaranya oleh semuanya kecuali manusia, seandainya dia juga mendengar tentu
pingsan.
Kedua; Orang-orang berdoa agar kiamat
dipercepat
Disebutkan dalam hadits yang panjang yang dikeluarkan imam
Ahmad dalam Musnadnya bahwa ketika seorang di dalam kubur bisa menjawab
pertanyaan dua malaikat kemudian datang kabar gembira dari Allah Subhanahu wa Ta’ala bahwa dia termasuk penghuni surga,
maka hamba tersebut memohon agar hari kiamat dipercepat kedatangannya.
Ini adalah angan-angan orang shalih setelah melihat
tempatnya di surga, padahal hari kiamat adalah hari yang tersulit dan terberat
bagi manusia. Ini sangat berbeda dengan kaum munafik dan orang orang kafir.
Mereka memohon kepada Allah Subhanahu
wa Ta’ala agar hari kiamat
tidak datang, padahal di dalam kubur mereka mendapatkan siksa yang sangat
pedih. Namun karena mereka tahu bahwa siksa di neraka itu jauh lebih
menyakitkan dan lebih pedih, sehingga mereka lebih memilih tetap disiksa di
dalam kuburnya.
Ketiga; Angan-angan orang yang mati syahid
Shahabat Anas bin Malik radhiyallahu
‘anhu meriwayatkan dari
Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wa sallam sabda beliau yang
artinya:
“Tidak ada
seorangpun yang masuk surga kemudian ingin kembali ke dunia kecuali orang yang
mati syahid, dan dia tidak menginginkan apapun di dunia kecuali mati syahid.
Dia berangan-angan untuk kembali ke dunia kemudian terbunuh sebanyak sepuluh
kali, ini disebabkan oleh kemuliaan (keutamaan mati syahid) yang dia saksikan.”
(HR. Bukhori)
Inilah sebagian dari angan-angan orang yang telah melihat
kemuliaannya di sisi AllahSubhanahu wa Ta’ala meski ingin kembali ke dunia, namun
angan-angan mereka tidak ada hubungannya dengan dunia dan kenikmatannya sedikitpun.
Mereka ingin kembali untuk menambah amalan agar kemuliaan mereka bertambah di
sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala
Demikianlah beberapa angan-angan orang-oarng shalih yang
sudah meninggal dunia, lalu bagaimana angan-angan orang yang lalai semasa hidup
mereka di dunia? Diantara angan-angan mereka adalah:
Pertama, yaitu mengeluarkan sedekah.
Seseorang yang akan meninggal dunia berangan-angan untuk
hidup kembali dan mengeluarkan sedekah dan menjadi orang shaleh, sebagaimana diceritakan
oleh Allah dalam Alquran (yang artinya):
Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami
berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu;
lalu ia berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku
sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk
orang-orang yang shaleh?” (QS. al-Munafiqun: 10)
Ibnu Katsir rahimahullah berkata “Setiap orang yang lalai (di
masa hidupnya) pasti akan menyesal di saat nyawanya akan dicabut. Ia memohon
agar umurnya di perpanjang walau hanya sesaat untuk melaksanakan amal shaleh
yang selama ini ia tinggalkan.”
Kedua, melaksanakan amal shaleh
Angan-angan terbesar orang yang sudah meninggal dunia
adalah bisa hidup kembali dan melaksanakan amal shaleh;
حَتَّى إِذَا
جَآءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتَ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ {99} لَعَلِّي أَعْمَلُ
صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ
“(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga
apabila datang kematian kepada seorang dari mereka, dia berkata:”Ya Rabbku kembalikanlah
aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku
tinggalkan.” (QS. al-Mukminun: 99-100)
Inilah keadaan yang dialami oleh orang-orang kuffar dan
orang yang lalai dari perintah-perintah Allah Subhanahu
wa Ta’ala sewaktu masih hidup
di dunia. Saat kematian menjemput barulah ia sadar dan memohon kepada Allah
untuk di tangguhkan kematiannya walaupun hanya sesaat agar ada kesempatan untuk
beramal.
Tapi tentu, angan-angan ini tetap hanya sebatas angan-angan
yang tidak akan mungkin diwujudkan, karena Allah telah menetapkan orang yang
sudah meninggal tidak akan di kembalikan lagi ke dunia.
Maka sudah sepantasnya bagi kita yang masih berada di
negeri angan-angan untuk melaksanakan angan-angan yang berupa keinginan untuk
menambah dan memperbaiki amal, sebagai bekal untuk bertemu dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala
Semoga kita termasuk orang-orang yang bisa memanfaatkan
waktu hidup di dunia ini untuk melaksanakan amal shaleh.